Sabtu, 20 Juni 2020

Ulasan Buku: My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry

Elsa adalah anak perempuan berbeda yang kukenal setelah Ava. Mau kenalan juga?


Judul: My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
Diterjemahkan dari: My Grandmother Sends Her Regards and Apologises
Penulis: Fredrik Backman
Penerjemah: Jia Effendi
Penerbit: Penerbit Noura Books
Tahun: 2016
Tebal: 496 halaman
ISBN: 978-602-385-164-5

Minggu, 14 Juni 2020

Tentang Ikatan Ini

Tentang Ikatan Ini
Oleh: Nur Afifah

Jalan lurus tanpa henti
Tak perlu belok apalagi memisah sendiri
Kau sudah mulai mengambil jalur kiri
Membuat persimpangan jalan sendiri
Ikatan ini mulai menyakiti

Tempat Wisata Legendaris Malang

Family time di rumah atau keluar rumah?

Semakin ke sini, detik terus berjalan. Usia juga semakin bertambah. Dulu, waktu itu seperti penanda waktu bermain, waktu belajar, dan waktu tidur. Pula, waktu dimana aku harus bisa kabur dari rumah dan bermain sepuasnya.

Tapi, kini sudah berbeda. Waktu adalah sebuah pengingat, kejar-kejar-kejar. Jangan sampai terbuang sia-sia. Budak waktu. Hingga lupa bahwa berkumpul bersama keluarga itu juga penting.

Semenjak aku menginjak SMA, lima manusia yang bernaung di bawah atap yang sama jarang sekali berkumpul dan bercengkerama. Capek dan segala alasan pun membuat jadwal melenggang ke dalam kamar serta bermain gagdet pun terlaksana lebih awal dari biasanya. Lebih menarik daripada duduk menonton televisi bersama keluarga.

Aku Bersama Buku, Musik, Kopi, dan Smartphone


Setiap orang pasti punya hobi. Dan tentunya tidak hanya satu. Apa sih hobi itu? Hobi adalah kegemaran atau kesenangan yang biasanya dilakukan diwaktu senggang arau sering dilakukan. Bahasa Inggrisnya adalah hobby.

Kalau ditanya soal hobi, hobiku ada banyak lho! Aku nggak bisa sebutin satu-satu, karena aku adalah seseorang yang punya ketertarikan terhadap banyak hal. Sekali tertarik kepada sesuatu biasanya aku langsung gemar dan suka banget sama hal tersebut. Tapi kali ini ini aku mau bahas beberapa hobi yang akhir-akhir ini aku gandrungi dan aku seriusi.

Aku kasih clue benda-benda penunjang hobiku. Mereka adalah buku, musik, kopi, dan smartphone. Buku yang aku maksud di sini adalah buku bacaan maupun buku jurnal. Jadi, ada yang bisa nebak?

Aku, Rezeki, dan Kopi

Aku, Rezeki, dan Kopi
oleh: Nur Afifah


Ngiii…

Suara ceret air mendidih membuyarkan jempolku yang mengetuk-ketuk tombol datar di layar gawai. Ada obrolan menarik di grup WhatsApp kelas. Sedang kangen-kangenan, mbanyol, tim paparazzi kelas membagi foto lucu, hingga membahas tentang perguruan tinggi. Ada yang sudah diterima universitas melalui SNMPTN, hingga yang masih sibuk belajar menjelang SBMPTN.

Aku?

Sabtu, 13 Juni 2020

Kisah Ramadan Masa Kecilku: Dari Masjid, Main, Hingga Petasan

Punya kenangan menarik ketika Ramadan? Sharing yuk! Atau mungkin kita sama?

Masa kecilku nakal sekali. Nggak pakai sekali, sih. Karena aku masih tau batas wajar nakal. Masih banyak anak yang lebih nakal dariku. Kamu nakal nggak?

Ramadan itu waktu spesial dan paling istimewa menurutku saat itu. Sekarang juga masih. Jam sekolah jadi berkurang, waktu mainnya banyak. Apalagi ketika pagi, setelah subuh, ndak tidur lagi. Ngapain aja? Bisa jadi tulisan kali ini adalah pengakuan dosa.

Ramadan mengingatkanku pada masa-masa kecilku yang sering kurang ajar. Waktu SD kan dikasih buku Ramadan gitu kan ya. Yang disuruh nyatet kegiatan selama Ramadan, termasuk tarawih. Nah, kan itu butuh tanda tangan imam tarawih, aku sering erbohong memalsukan laporan dan tanda tangan imam. Pernah juga aku bohong nulis tarawih, padahal aku ga tarawih 🙈 Jadi rindu antre bersama teman-teman demi mendapat tanda tangan imam tarawih.

IMSAK


"IMSAK?"

Tentang Imsak. Begini pandanganku tentang imsak. Aku mau cerita. Tolong perhatikan, ya! Baca sampai akhir. Kalau tidak, informasinya nanti bakal terpotong.

"IMSAK!"

Aku tahu arti dari imsak itu ketika pertama kalinya aku puasa. Kala itu aku bertanya pada ibu, setelah subuh sebelumnya memarahiku untuk segera bergegas menyelesaikan sahur. Jawabannya, waktu dimulainya larangan untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum secara sengaja. Imsak adalah batas waktu kita bersahur.

"IMSAK!"

Tips Mudik Aman dan Nyaman

Siap mudik? Siapa yang tiap tahun selalu mudik?


Mudik adalah salah satu agenda masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman yang biasa dilakukan di akhir bulan Ramadan untuk menyambut bulan Syawal. Mengunjungi sanak saudara dan silaturahmi saling memaafkan.

Mudik, kalau tidak disiapkan bisa jadi kacau dan bisa mengancam acara mudikmu. Bisa jadi kamu malah nggak jadi mudik gara-gara tiket ketinggalan atau tiket kereta yang sudah ludes.

Nah, sebagai mantan anak rantau kota sebelah, yang juga punya teman anak rantau luar pulau, mau bagi-bagi tips penting yang kelihatannya nggak penting. Check this out!

His Name is Ahmad Alfiansyah Ramadan


"Aaaargghh!"

Pijakanku melayang. Lemas. Jalanku terseok-seok. Pandanganku sedikit buram karena bendungan air mata.

Tangan kiri memegangi perut bagian kiriku, seolah menekan dan menutupi lubang. Agara cairan merah tidak keluar. Sedangkan tangan kananku menuntun tembok. Menjagaku tetap berjalan. Memberiku pijakan.

Tapi, aku harus bertemu dengannya.

Move On Everyday! (Tips Semangat Tiap Hari)

Bagaimana suasana harimu hari ini? Ada yang lagi patah hati? Ada yang lagi badmood? Ada yang lagi banya banyak kerjaan yang buat hati jadi sumpek?

Apapun yang terjadi hari ini, yuk move on!

Milenial itu jamannya teknologi. Tidak menghalangi bhasa asing jadi bahasa sehari-hari. Banyak kosakata asng yan g sdah jadi kebiasaan atau yang sudah engket di mulut para milenial. Salah satuya: move on.

Apa sih “move on” itu?

Ulasan Buku: Re-Write

Tidak ada kenangan yang bisa kautulis ulang. Tapi mimpi, bisa kaususun kembali.

Plis, jangan buta oleh cinta hingga apapun yang orang itu katakan terus kamu iya-in! Ya kali kamu mau aja disuruh nyemplung sumur sama dia!


Judul: Re-Write
Penulis: Emma Grace
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2015
Tebal: 256 halaman
ISBN: 978 – 602 – 03 – 2115 – 8

Ulasan Buku: Outwit

Suka covernya. Ceritanya manis. Manis banget, sampai bikin eneg karena emang aku udah nggak banyak makan manis-manis. Pernah merasa kayak gini pas baca novel?


Judul: Outwit
Penulis: Erlita Scorpio
Penerbit: Aksara Plus
Tahun: 2018
Tebal: 296 halaman
ISBN: 978-602-5884-08-5

Ulasan Buku: The Life-Changing Magic of Tidying Up (Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Orang Jepang)

Baru baca setengahnya pasti langsung pengen coba beres-beres.


Judul: The Life-Changing Magic of Tidying Up
Penulis: Marie Kondo
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun: 2016
Tebal: xviii + 206 halaman
ISBN: 978-602-291-244-6

Ulasan Buku: Kala (#2 Undead Series)

Diajak bertualang melintasi waktu bersama Archie dan Bang Ezra


Judul: Kala
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Penerbit Mizan
Tahun: 2016
Tebal: 336 halaman
ISBN: 978-979-433-936-7

Ulasan Buku: Air Mata Bulan (#1 Undead Series)

Dunia fantasi yang dipenuhi dengan vampir, mitologi, dan hal-hal mistis lainnya.


Judul : Air Mata Bulan
Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit : Penerbit Mizan
Tahun : 2016
Tebal : 344 halaman
ISBN : 978-979-433-934-3

Ulasan Buku: Februari: Ecstasy

Darah ada di mana-mana 😁
Februari selalu menjadi penanda. Februari selalu menghadirkan kado spesial. Sayangnya, kado spesial tidak pernah berkonotasi baik. ―hlm. 46

Judul: Februari: Ecstasy
Penulis: Devania Annesa, Ari Keling, Ayu Welirang
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2015
Tebal: viii + 200 halaman
ISBN: 9786022518914

Ulasan Buku: peREmpuan (sekuel Re:)

Untuk yang penasaran tentang Melur, buah hati Re:


Judul: PeREmpuan
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Pop (Imprint KPG)
Tahun: 2014
Tebal: vi + 189 halaman
ISBN: 9786026208323

Jumat, 12 Juni 2020

Pesan untuk Indonesia dari Terpilihnya Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Selamat, Indonesia terpilih sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021!

Kaget nggak, sih? Sampai sekarang pun ketika aku melihat video promosi pencalonan, masih merinding dan terharu. Dan memang benar yang ada di video itu adalah Indonesia banget.

24 Oktober 2019 di acara FIFA General Meeting di Shanghai (China), Gianni Infantino selaku Presiden FIFA mengumumkan bahwa Indonesia terpilih menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021.
diambil dari twitter @PSSI

Hal yang diimpi-impikan oleh bangsa Indonesia, terutama masyarakat sepakbola. Meski nggak masuk klasemen atau juara, setidaknya jadi tuan rumah Piala Dunia U-20-pun kami bangga. Untungnya, dengan Indonesia menjadi tuan rumah maka secara otomatis Tim Nasional kita lolos ke Piala Dunia U-20.

Ulasan Buku: Narasi Gurunda

Pernah baca biografi yang berbentuk novel?


Judul: Narasi Gurunda
Penulis: Jihan Mawaddah
Penerbit: Wadah Baca Masyarakat Sanggar Caraka
Tahun: 2019
Tebal: 158 halaman
ISBN: 9786239254810

Ulasan Buku: Re:

Ada dua kutipan dari novel ini yang bikin aku menangis. Hanya dua. Beneran nangis.
“Jangan sampai di tubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk dia  untukku.”—hlm. 138
“Titip cium dan peluk buatnya. Bisikkan di kupingnya, sampaikan maafku, tak bisa membesarkannya sendiri.”—hlm. 143


Judul : Re:
Penulis : Maman Suherman
Penerbit : POP (imprint KPG)
Tahun terbit : 2014
Tebal : vi + 160
ISBN : 978-602-6208-31-6

Ulasan Buku: Hectic, Hectic, Hat Trick!

Diberitakan seorang blogger terancam dibekukan karena mengkritik kebijakan sekolah, Safiya


Judul : Hectic, Hectic, Hat Trick!
Penulis : Sashi Kirana
Penerbit : Elexmedia Komputindo
Tahun : 2019
Tebal : 210 hlm
ISBN : 978-623-00-1093-4
Rating saya: 3,8/5⭐
Waktu baca: 14-15 Januari 2020

Ulasan Buku: Persona

“… Waktu selalu punya cara untuk mengubahmu,” kata Altair. –hlm. 54
Rekomendasi untuk yang mencari novel dengan tema mental illness, astronomi, dan legenda.


Judul: Persona
Penulis: Fakhrisina Amalia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2016
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-602-03-2629-0
Rating saya: 4/5⭐
Baca: 2 - 4 Januari 2020

Ulasan Buku: Januari: Flashback

Setelah ini, kalian selanjutnya.—hlm. 34
Tahun baru meriah dengan kisah yang meriah juga. Siapa sangka rencana A malah jadi Z dan lebih dari berantakan.


Judul: Januari: Flashback
Penulis: Cherry Zhang, Petronela Putri, Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2015
Tebal: vi + 202 hlm
ISBN: 978-602-251-867-9
Rated: 3,8/5⭐

Ulasan Buku: Disonansi

Disonansi dalam teori Disonansi Kognitif adalah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan itu.—Disonansi

Cinta itu luar biasa. Menguji dan mengajari.



Judul: Disonansi
Penulis: Edith PS
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2015
Tebal: 248 hlm
ISBN: 978-602-03-1779-3
Rated: 4/5 ⭐

Ulasan Buku: French Pink

Singkat tapi mengejutkan. Hey, apa cuma aku yang tahu warna pink ya pink?



Judul: French Pink
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2014
Tebal: v + 74
EISBN: 978-602-542-550-7
4/5⭐

Ulasan Buku: Evergreen

Sederhana tapi ngena


Judul: Evergreen
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2013
EISBN: 978-602-05-1945-6
Rating: 3/5 ⭐

Ulasan Buku: Hearthwarming Chocolate

Cokelat dan kehangatan cintanya


Judul: Heartwarming Chocolate
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun: 2016
Tebal: 223 halaman
ISBN: 978-602-291-259-0
Rated: 3,5/5 ⭐

Ulasan Buku: Orbit Tiga Mimpi

Paket komplit hanya dalam 320 halaman

Judul : Orbit Tiga Mimpi
Penulis : Miranda Malonka
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-03-3204-8
Rating: 4/5 ⭐

Ulasan Buku: Then I Hate You So

Potret dunia entertain dan bisnis Jepang-Korea


Judul: Then I Hate You So
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun: 2012
Tebal: 320 hlm
ISBN: 978-602-98325-6-3
Rate: 3,5/5

Ulasan Buku: Kalau Jihat Gak Usah Jahat

Sebuah buku yang bisa membantumu menjalani hari agar tidak sia-sia

Judul: Kalau Jihad Gak Usah Jahat
Penulis: Rovi'i
Penerbit: Yayasan Islam Cinta Indonesia
Tahun: 2018
Tebal: xxiv + 158 hlm
ISBN: 9786025301421
Rate: 4,5 ⭐

Sabtu, 06 Juni 2020

Ulasan Buku: Represi

Anna bunuh diri, apa penyebabnya? Kamu mungkin juga pernah mengalaminya. Lalu, persahabatan mereka bikin aku gagal move on dari novel ini. Siapa aja sih?


Judul: Represi
Penulis: Fakhrisina Amalia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2018
Tebal:  264 halaman
ISBN: 9786020611945
E-ISBN: 9786020611952

Jumat, 05 Juni 2020

Ulasan Buku: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit

Sebuah novel bergenre citylite yang bakal bikin kamu baper


Judul: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
Penulis: Aqessa Aninda
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun: 2016
Tebal: 352 Halaman
ISBN: 9786020465678
Rate: 4

Kamis, 04 Juni 2020

Ulasan Buku: An Ember in the Ashes

NGESELIN. Udah pernah baca novel yang endingnya ngeselin?

"An Ember in The Ashes" ini contohnya.


Judul: An Ember in The Ashes
Penulis: Sabaa Tahir
Penerbit: Penerbit Spring (Terjemahan Indonesia)
Tahun: 2016 (Indonesia)
Tebal: 520 hlm
ISBN: 9786027432284
Rating: 4,5 ⭐

Ulasan Buku: Luka Paling Dalam

Kepribadian ganda. Awalnya aku kira novel ini lebay, ternyata…


Judul: Luka Paling Dalam
Penulis: Ari Keling
Penerbit: Laksana
Tahun Terbit: 2019
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-602-407-491-3
Rating: 4 

Ulasan Buku: The Book of Tomorrow

Punya buku diary nggak? Aku mau kasih tahu ada buku diary yang nggak umum dengan cara baca novel ini.


Judul: The Book of Tomorrow
Penulis: Cecelia Ahern
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 477 halaman
ISBN: 978-979-22-9787-4
Rating: 3,9 

Ulasan Buku: Caramellove Recipe

Suka nonton Master Chef? Itu tuh program TV yang masak-masak itu lhoo. Yang junior nonton juga ga? Salah satu program TV favoritku nih!

Ternyata kompetisi memasak Master Chef menginspirasi Kak Lia Nurida untuk menulis cerita Caramellove Recipe. Berlatarkan sekolah menengah atas, penulis mengemas kompetisi memasak ini dengan unik. Tentunya bukan kompetisi masaknya yang penting. Tapi aku bisa melihat chemistry persahabatan dan cinta ala anak SMA. Begitu pula dengan ambisi dan cita-cita mereka.

Sebelum aku ulas lebih lanjut, yuk kenalan dulu sama bukunya. Karena tak kenal maka tak penasaran.

Pict: iPusnas

Judul : Caramellove Recipe
Penulis : Lia Nurida (ig: @lianurida)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2018
Tebal : 240 hlm
ISBN : 9786020379452
bisa dibaca via iPusnas (ig: @ipusnas.id)

Rabu, 03 Juni 2020

6 Kegiatan Mengisi Waktu #dirumahaja

“Yeiy, libur!”

Ups, salah. Ternyata malah tugasnya tambah banyak.

Belajar di rumah atau kerja di rumah malah bikin pusing, ya nggak sih? Namun, demi keselamatan bersama, hal ini harus dilakukan. Bila benar-benar dilakukan, ini adalah termasuk ibadah. Upaya kita untuk menyelamatkan sesama manusia. Yang paling membahagiakan adalah hemat alias nggak boros.

Pasti ada beberapa di antara teman-teman yang merasa bosan di rumah. Benar? Selain masalah kerjaan dan tugas sekolah atau kuliah, pasti bingung mau ngapain lagi dan biar nggak bosan di rumah. Yups, kali ini aku bagi-bagi tips ataupun alternatif kegiatan yang bisa teman-teman lakukan biar nggak bosan di rumah untuk melakukan #dirumahaja #stayathome dan tentunya produktif.

Kenapa Blog?

Kenapa Blog?

Baca judulnya jangan sambil emosi, ya!
Ada banyak platform menulis dan menyuarakan pendapat. Salah satunya adalah blog. Kayaknya aku bakal cerita banyak, siapin kopi dulu deh, atau kedipin mata dulu. Jadi, apa sih yang bikin aku suka main blog?



Tahun 2011 atau 2012 (maaf, lupa) di Laboratorium Komputer SMA-ku, tepatnya saat pelajaran TIK (Tekologi Informasi dan Komunikasi), untuk pertama kalinya aku tahu gimana caranya bikin blog sendiri. Ini saya harus berterima kasih sama guru TIK saya (Maaf, lupa namanya PakL). Sebelum aku kenal twitterinstagramLine, WA dan lain-lain. Saat itu aku tahunya facebook dan email. Dan tara! Blog mengubah hidupku.

5 Barang yang Harus Dibawa Saat Travelling

Siapa yang suka travelling? Atau sedang akan travelling? Bingung sama barang yang harus dibawa? Atau sedang kebanyakan barang bawaan?
Mungkin kalian menemukan jawabannya di sini!


Aku bukan orang yang suka travelling, tapi sosok orang yang ketika kemana-mana nggak akan bawa banyak barang. Ya kali mau travelling kayak mau pindahan rumah. Di artikel ini, aku mau bagi-bagi tips and trick berdasarkan pengalamanku untuk kamu yang mau travelling atau berpergian. Check this out!

Selasa, 02 Juni 2020

Ulasan Buku: A Moment to Decided

Pernah baca novel islami tapi tidak islami?

Kali ini aku hadir membawa sebuah buku rekomendasi buat teman-teman baca dan ambil banyak pelajaran yang tersirat maupun tersurat dari novel ini.

Indentitas buku:
Judul  : A Moment to Decide: Oppa Meets Santri K-Pop
Penulis : Dian Dhie
Penerbit : Penerbit Indiva
Tahun : 2018
Tebal : 288 hlm
ISBN : 978-602-570-108-5

3,5⭐ /5⭐

Baca novel ini berasa baca buku pedoman tentang menikah secara islami dalam bentuk novel. Ya, maksudku novel islami tapi tidak islami di sini adalah yang dibahas itu menyangkut budaya islam, tapi tidak terlalu fanatik. Sesuai dengan masalah yang dihadapi, novel “A Moment to Decide” ini tentang asmara anak-anak milenial.

Lee Joo Hwon adalah seorang mualaf Korea yang kemudian mutasi kerja ke Indonesia untuk mendalami Islam di antara kesibukan kerjanya. Ia pun disarankan oleh seorang rekan kerjanya untuk belajar di pesantren di Bogor. Pada pertama kali ia pergi ke pondok pesantren di Bogor itu, ia hampir saja menabrak seorang santri perempuan berjilbab putih pula dengan gamisnya yang besar. Cinta pada pandangan pertama, begitu ceritanya. Tapi ada satu hal yang ditangkap oleh Lee Joo Hwon ketika hampir menabrak santri itu. Jatuh sebuah kaset dengan cover boyband SUPER JUNIOR. Lee Joo Hwon pun mengingatnya sebagai gadis SUPER JUNIOR.

Lee Joo Hwon belajar tentang Islam di pondok pesantren kepada Ustad Agus dan Ustad Ahmad.  Hingga ia sampai pada bab mengenai menikah, ia pun terpikirkan untuk segera menikah karena sudah mapan. Dengan bantuan Ustad Ahmad, ia dipilihkan calon istri. Kalau jodoh memang nggak bakal kemana-mana, Joo Hwon dipertemukan kembali dengan gadis SUPER JUNIOR itu, yang ia ketahui bernama Riana Rahmawati. Dan, kejutan tidak sampai di situ saja, ternyata Riana adalah putri Ustadnya. Dramatis, kebetulan, tapi kata Joo Hwon ini sudah jalan-Nya. Bukan sebuah kebetulan. Allah telah mengatur semuanya.

Ustad Ahmad menyetujuinya, begitu pula dengan Ummi (istri Ustad Ahmad). Tapi Riana, ia meragukannya, karena suatu hal yang menurutku egois. Tapi karena ia sosok yang tidak pernah membantah kemauan orang tuanya ia pun mau dijodohkan dan menjalani taaruf. Ustad Ahmad pun mengatur jadwal taaruf. Karena suatu kesalahpahaman, taaruf itu gagal berkali-kali. Hingga Joo Hwon mengatakan yang sesungguhnya kepada Ustad Ahmad. Tak menunggu waktu lama, Riana pun menikah dengan Joo Hwon.

“Sebaik-baik wanita adalah maharnya ringan, Tuan. Begitulah Haditsnya.” –hlm. 79

“Perumpamaan wanita seperti tulang rusuk. Bengkok dan rapuh. Jika dipaksakan lurus akan patah. Letaknya di dekat jantung agar kau bisa menyayanginya, bukan di kaki untuk kau tindas atau di kepala untuk kau tuankan.” –hlm. 135

Ternyata eh ternyata… kehidupan setelah menikah pun lebih rumit. Mulai dari pihak dalam, maupun pihak luar. Tentunnya apapun masalah yang disuguhkan dalam kisah ini, semua tidak lepas dari solusi Islam. Riana pun menjadi semakin dewasa, begitu pula dengan Joo Hwon yang semakin kuat imannya. Tidak hanya itu, teman makan teman juga dibahas di sini. Pokoknya ceritanya penuh dengan pembelajaran untuk kita semua.
“Rani, Ummiku pernah bilang, jika kau tidak ingin sakit hati di dalam hidupmu, kau tidak boleh menolak dua hal.” …. “Pertama, sesuatu yang datangnya dari Allah. Apa yang diajarkan agama tidak boleh kau tolak. Kedua, sesuatu yang datang dari orang tua. Orang tua yang baik seperti yang dikatakan agama akan menuntunmu pada kebaikan, jadi kau tidak boleh menolak petunjuk dari orang tuamu.” –hlm. 267

Sudut padang yang digunakan oleh penulis adalah POV orang ketiga serba tahu. Aku rasa cocok sekali dengan kisah ini yang menonjolkan kepribadian yang berbeda antara tokoh utama. Tokoh utama dalam novel ini tidak hanya fokus pada Lee Joo Hwon seperti yang aku kira di awal, tapi juga si Santri K-Popers, Riana. Lee Joo Hwon di novel ini digambarkan sebagai pria dewasa yang sudah matang, matang jasmani maupun rohani. Sosok Joo Hwon telah menamparku secara tidak langsung pas baca novel ini. Jadi merasa malu karena kalah dalam ilmu tentang agama, padahal Joo Hwon adalah seorang mualaf.

Riana adalah tokoh utama kedua, sebagai pendamping Joo Hwon, yang memerankan peran penting dalam menyampaikan pelajaran tentang pernikahan padaku. Ya, bisa dibilang Riana ini sedikit mirip dengan diriku. Nggak neko-neko, selalu patuh sama orang tua, meski agak nakal tapi masih tahu batas mana seharusnya sesuatu tidak untuk dilakukan. Riana ingin hidup bebas sesuai dengan kemauannya, selayaknya remaja pada umumnya. Ya, meski bisa dibilang Riana bukan remaja lagi. Tapi aku maklum dan aku rasa karakter Riana ini sesuai dengan karakter cewek-cewek baik yang ada saat ini.

Sama dengan tokoh Rani dan Anisa, teman Riana. Mereka remaja yang sesuai dengan fakta seperti apa anak-anak pondok yang setengah hati masuk pondok. Melanggar aturan dan nakal. Intinya di novel ini tidak ada yang dilebih-lebihkan, semua seperti natural, sesuai dengan fakta. Jempol buat penulisnya!

Ada yang sayang banget sih, aku kok penasaran sama Ustad Agus. Apa yang membuatnya gagal melamar Riana. Aku tunggu-tunggu di cerita ini, ternyata porsi kemunculan dan keikutsertaannya hanya sedikit. Jadi penasaran bagaimana kisah asmara Ustad Agus. Soalnya aku juga mau dong kalau tiba-tiba Ustad Agus melamarku. Eaaaaaaaak~~ mimpi dulu deh.

Latar tempatnya muter-muter di sekitar Jakarta dan Bogor. Selain itu yang paling special yaitu bulan madu di Seoul. Dalam novel ini suasananya islami. Jadi setiap ada sesuatu, Islam selalu menyelimuti kehidupan yang ada di novel ini. Nah, oleh karena itu alasan mengapa aku bilang novel ini novel islami yang tidak kentara.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Awalnya nggak terlalu lambat atau normal-normal saja, tapi ada saat dimana tiba-tiba sudah skip beberapa bulan dan itu menurutku agak membingungkan karena aku harus mikir, ini udah berapa bulan kemudian, ini berarti waktu apa, seperti itu. Namun, kalau kalian pembaca yang tidak terlalu mementingkan atau memperhatikan hal itu, tidak terlalu memerhatikan perubahan waktu, masalah ini tidak menjadi masalah. Kalian masih bisa menikmati cerita.

Ide cerita aku suka banget. Jarang ada penulis yang mengangkat tema dan isu yang up-to-date. Sekarang lagi jamannya remaja perempuan yang mengidolakan oppa-oppa Korea, banyak yang membahas tentang Drama Korea dan Pop Korea. Hebatnya lagi, penulis menyampaikan idenya dengan asik dan sesuai fakta, alias tidak melebih-lebihkan. Menghubungkannya dengan Islam dan aturannya. Apalagi dengan menghadirkan Oppa yang seiman.

Begitu juga dengan konflik. Sederhana, sesuai dengan fakta yang ada, masalah umum, dan solusi yang diberikan di tiap masalah benar-benar solutif. Konflik dalam novel ini berbeda dengan novel dengan tema kehidupan pra-menikah dan pascamenikah lainnya.

Pertama kali lihat covernya aku kira ini novel romance biasa dengan tokoh oppa dari Korea dan ketemu dengan santri yang suka K-Pop, kemudian santri itu ngejar-ngejar Oppa tersebut. Ternyata BIG NO!

Huruf yang dipakai berbeda dengan novel lainya. Aku baru pertama kali ini baca novel dengan font huruf yang tinggi-tinggi dan kurus. Ukuran hurufnya sudah cukup menurutku. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.

Awal bab pertama baca ini agak kurang menarik karena aku pikir mungkin ceritanya bakal flat tentang Joo Hwon saja. Tapi ternyata setelah tahu usaha Riana dan teman-teman—karena kesalahpahaman—buat batalin taaruf membuatku tertawa cekikikan. Lucu dan menghibur. Lalu yang paling menarik menurutku adalah adegan dimana ada kesalahpahaman di antara Joo Hwon dan Riana, membuat mereka bertengkar dan aku bisa melihat kedewasaan Joo Hwon, di sini saya belajar tentang kehidupan pernikahan menurut islam. Dan aku sejauh ini yang sudah berusia 20++, baru tahu tentang aturan islam yang seperti ini.

Sesuai dengan yang aku katakan di awal, buku ini seperti buku pelajaran fiqih yang berbentuk novel, bukan dalam bentuk kitab berbahasa arab dengan terjemahan huruf pego—kalau tidak salah penyebutan nama—bahasa Jawa. Di novel ini disuguhkan berbagai pelajaran tentang hak dan kewajiban menjadi seorang istri dan seorang suami, menjadi wanita yang baik, menjadi laki-laki yang baik, adab bertamu, dan banyak lainnya tentunya dari kacamata islam. Aku baru tahu ternyata solusi agar terhindar atau menahan dari marah dan hasrat seorang suami kepada istri atau sebaliknya adalah dengan berpuasa. Setelah dipikir-pikir, benar juga.

Asal kalian tahu, berdasarkan cerita ini aku bisa mengambil simpulan bahwa menikah bukan berarti semakin terkekang dan kunci utamanya adalah komunikasi.

Untuk kalian yang dewasa muda, K-Popers, penggemar K-Drama, yang masih SMA, belajar agama, ingin ilmu tentang pernikahan, ingin memperbaiki diri, ingin tahu cara pandang lain tentang pernikahan, kalian WAJIB baca novel ini! Sangat aku rekomendasikan!

Read: 5 - 6 Januari 2019

Ulasan Buku: The Man Who Plays Piano

“Aku telah jatuh cinta… sebelum bertemu dengannya”




Judul : The Man Who Plays Piano

Penulis : Rufin Dhi
Penerbit  : Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)
Tahun terbit : 2018
Tebal : iv + 236 hlm
ISBN : 978-602-512-901-8

3,6⭐ /  5⭐

Hello, Perkenalkan ...

Selamat datang di RUMAH AFIFAH!
ようこそヽ(*´∀`)ノ


Perkenalkan aku Afifah!
Nice to see you, here. In my house!

Blog ini adalah blog kesekian setelah blog sebelum-sebelumnya sudah berhantu dan ada yang tidak bisa aku tolong karena tidak bisa tertaut dengan instagram. Jadi, aku buat blog ini dengan nama Rumah Afifah.

Sebenarnya, nama Rumah Afifah sudah aku pakai di blog sebelumnya. Karena blog sebelumnya sedang bermasalah, jadi aku jadikan nama di blog ini.