Jumat, 12 Juni 2020

Ulasan Buku: Januari: Flashback

Setelah ini, kalian selanjutnya.—hlm. 34
Tahun baru meriah dengan kisah yang meriah juga. Siapa sangka rencana A malah jadi Z dan lebih dari berantakan.


Judul: Januari: Flashback
Penulis: Cherry Zhang, Petronela Putri, Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun: 2015
Tebal: vi + 202 hlm
ISBN: 978-602-251-867-9
Rated: 3,8/5⭐

Blurb:
Siap untuk pesta selanjutnya, Gadis Kecil? Cari sebuah titik balik, dan temukan aku di sana

Teror itu datang bertubi-tubi pada Arumi setelah kematian sang ayah.

Semuanya belum selesai, bahkan baru saja dimulai tepat ketika ayahnya ditemukan bunuh diri pada malam tahun baru. Bersama dengan Era dan Alana—anak-anak dari sahabat ayahnya, serta Gara—seorang polisi muda, Arumi mulai menelusuri kejanggalan demi kejanggalan.

Armand Rahardja adalah seorang pengusaha sukses dan kaya raya, namun meninggalkan banyak misteri dari kematiannya, dan seseorang di luar sana mungkin saja sedang mengincar nyawa dari mereka yang tersisa.

Sebuah tragedi dari masa lalu memaksa masuk kembali ke dalam hidup mereka, menuntut keadilan yang dulu tak pernah ditegakkan.
_________

Tepat di perayaan pergantian tahun baru, peristiwa itu terjadi. Seorang pengusaha sukses pelaksana perayaan itu ditemukan tewas di gedung tempat perayaan pergantian tahun itu diadakan. Ayah Arumi a.k.a Armand diduga bunuh diri.

Kehilangan seorang Ayah, apalagi tulang punggung keluarga memang menyedihkan serta dunia seakan menjadi kacau tanpanya. Itulah yang dirasakan oleh Arumi. Apalagi hasil investigasi menunjukkan bahwa Armand murni bunuh diri.
                                     
Usaha Arumi untuk bangkit dari keterpurukan itu tiba-tiba membawa ketakutan. Bersama dengan kedua sahabatnya, Alana dan Era serta Dimas kakak Arumi, mereka menerima kotak berisi teror. Teror-teror itu membuat mereka takut dan waspada. Mereka meminta inspektur Gara yang juga menjadi penyelidik kasus Armand mencari tahu siapa sebenarnya pengirim kotak teror tersebut.

Dengan segala interaksi, membuat Gara, Arumi, Alana, dan Era terjebak dalam persegi kisah asmara. Kisah masa lalu orang tua mereka terkuak dan menimbulkan kekacauan. Rencana Gara yang awalnya dengan tujuan untuk balas dendam, berujung berantakan karena perasaannya sendiri. Alana meluruskan kembali rencana itu. Alana penghianat?
“Bagiku itu bukan kesalahan. Aku mencintaimu, Gara. Dan kamu juga mencintaiku.”—hlm. 129
Gara datang untukku, bukan demi Alana.—hlm. 192
Kisah masa lalu seperti apakah yang telah terjadi sehingga Gara balas dendam? Bagaimana dengan teror-teror itu? Siapa pelakunya? Berhasilkah terungkap? Benarkah Armand bunuh diri? Bersama cerita ini pembaca akan dibawa untuk menemukan tersangkanya.

Woohoo penasaran?
Prolognya menarik. Endingnya juga menarik. Jangan terkecoh di pertengahan cerita ya, percayalah endingnya penuh kejutan.
“Lo pembunuh, Arumi! Lo pembunuh! …”—hlm. 200
Jakarta dipilih penulis menjadi latar tempat dari novel dengan genre thriller-misteri ini. Dengan deskripsi latar belakang tokoh dan kejadian, Jakarta memang cocok menjadi pilihan kota milik pengusaha besar. Moment yang dipilih, sesuai dengan judul—Januari: Flashback—di mana tahun baru dimulai dengan perayaan pergantian tahun. Kasus yang dipilih juga menarik, tragedi tahun baru di beberapa tahun yang lalu. Sehingga dalam cerita ini menggunakan alur maju-mundur untuk mendukung peristiwa yang terjadi, terutama ketika berganti sudut pandang.

Januari: Flashback bukan lah sebuah antologi, melainkan novel dengan 3 penulis. Cherry Zhang, Petronela Putri, dan Pia Devina menulis sau cerita utuh. Dibagi menjadi beberapa bab dengan 3 sudut pandang ‘aku’. Menggunakan sudut pandang tokoh-tokoh utama, yaitu Arumi, Alana, dan Era. Aku rasa masing-masing penulis membagi bagian tulisannya masing-masing sesuai dengan tokoh utama, dengan sinopsis yang sama penulis berhasil menyatukan sebuah cerita.

Novel model seperti ini kelemahannya ada pada menyamakan gaya bahasa, namun dengan digunakannya sudut pandang masing-masing tokoh utama membuat kelemahan ini teratasi. Namun, yang saya sayangkan, gaya bahasa yang digunakan oleh Arumi, Alana, maupun Era terasa sama. Tidak ada ciri khas khusus masing-masing tokoh.

Konflik dan misteri yang diciptakan membuat pembaca terkecoh. Pembaca akan fokus pada teror dan penyebab kematian Armand. Meski endingnya bisa tertebak karena kecerobohan Gara dan clue yang jelas terlihat dan terbaca oleh pembaca, plottwistnya mengejutkan. Ide yang bagus.

Novel ini tidak terlalu tebal pula tidak terlalu berat untuk dibaca oleh pembaca thriller pemula. Kisah persahabatan yang penuh misteri ini akan bisa mewarnai tahun baru yang meriah dengan thriller-misteri.

Covernya yang merah dengan font dan size yang dibuat sedemikian rupa memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi model judulnya yang seperti membentuk senjata api. Yeah, you can guess what is that. Salah satu alasan kenapa aku tertarik baca novel ini.

Sekilas informasi, selain novel “Januari: Flashback” adalah novel Monthly Series terbitan Grasindo. Novel lainnya yang ada di series ini adalah “Februari: Ecstacy”, “Maret: Flower”, “April: Fallen”, “Mei: Scandal”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar