Kamis, 04 Juni 2020

Ulasan Buku: Luka Paling Dalam

Kepribadian ganda. Awalnya aku kira novel ini lebay, ternyata…


Judul: Luka Paling Dalam
Penulis: Ari Keling
Penerbit: Laksana
Tahun Terbit: 2019
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-602-407-491-3
Rating: 4 

Blurb:
Dengan cepat aku membalikkan badan kemudian berlari menuju pintu kamar. Namun ternyata dia lebih cepat dariku. Dari belakang aku dijenggut olehnya.

“Jangan kabur atau kamu saya cekik” ancamnya dengan berbisik.

Lalu… aku terbangun.

Aku bangkit dan menuju pintu untuk keluar dari kamarku. Aku kaget ketika mendapati pria yang tadi ada di dalam mimpi kini sedang berdiri di depanku. Astaga! Aku memejamkan mata dan… ternyata kembali terjaga.

Everin Kamila mengalami serangkaian mimpi buruk yang membuatnya tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana mimpi. Ia berjumpa dengan Ardana, laki-laki yang menurutnya, mencintainya. Namun, Ardana malah tak mengenal Everin. Ada sosok Joni dan Deva yang menemani hari-hari Everin, tapi… apakah mereka ada?

____

Pliss, selesaikan bacaanmu biar nggak salah paham. Atau, kalau merasa pengen DNF, intip endingnya dulu. Baru deh kalau menarik, lanjut baca. Kalau nggak menarik, keputusan kuserahkan padamu. Hehehe

Aku pikir novel ini lebay banget, bahasanya kekanakan, terus pola pikirnya kayak masih ABG, padahal si tokoh utama ini sudah lulus SMA. Pokoknya aku udah mikir aneh-aneh pas baca beberapa bab.

Aku pun melirik blurb, eh gila menarik! Beneran nggak sih gitu? Ngintip epilog dong, tapi nggak puas. Aku pun baca beberapa lembar sebelum epilog. GILA, INI SIH TENTANG KEPRIBADIAN GANDA!

Oke, aku pun lanjut baca.

Aku nggak bakal bahas tentang kepribadian ganda. Buat yang nggak tahu apa itu kepribadian ganda atau DID (Dissociative identity disorder), silakan langsung baca novel ini, atau silakan googling. :-D

Novel ini menjelaskan apa itu kepribadian ganda, gimana mereka berinteraksi, gimana mereka bisa jadi si A, si B, si C, gimana hal itu bisa terjadi, pemicunya apa, bagaimana seharusnya kita sebagai orang terdekatnya bersikap, dengan membaca cerita atau penjelasan dalam bentuk karya fiksi.

Itulah kenapa di awal ceritanya kayak lebay banget. Ternyata itu adalah pola pikirnya Everin, tingkah Everin, tokoh utama kita. 

Nggak hanya DID (Dissociative Identity Disorder) atau kepribadian ganda saja, Everin juga menderita erotomania atau suatu kondisi di mana menganggap ada orang yang jatuh cinta sama dia padahal tidak ada, pula ia sering delusi di mana ia melihat orang baca koran malah dianggap baca surat.

Ada 3 bagian di novel ini yang masing-masing menjelaskan bagaimana Everin berinteraksi dengan karakter dirinya yang lain, bagian salah satu karakter bertindak, dan bagian di mana orang sekitarnya bertindak serta penjelasan tentang apa yang dialami oleh Everin.

Aku terkejut, tetapi aku juga dapat banyak ilmu dari novel ini. Ternyata benar, Everin mengalami Luka Paling Dalam di hidupnya. Akku nyesek banget ketika tahu ternyata Everin kalau berubah jadi karakter lain. Untung Everin dikelilingi orang-orang yang super kritis, baik, dan berpendidikan. 

Kalian harus baca sendiri, deh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar