Plis, jangan buta oleh cinta hingga apapun yang orang itu katakan terus kamu iya-in! Ya kali kamu mau aja disuruh nyemplung sumur sama dia!
Judul: Re-Write
Penulis: Emma Grace
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2015
Tebal: 256 halaman
Blurb:
Kehidupan Beth Samodro berjalan seperti layaknya gadis berumur dua puluh tahun. Ia kuliah di Sydney. Memiliki keluarga yang sayang padanya. Jatuh cinta luar biasa pada laki-laki yang telah ia kenal sejak sekolah menengah di Jakarta.
Perjalanan hidup Derick Bhrasongko dimulai dari kota Sydney. Dia lahir dan besar di kota tersebut. Dia tak suka pada orang Indonesia. Maasa lalu telah mengajarnya untuk membenci gadis lemah yang hanya bisa menganggukkan kepala dan menurut pada orang lain, atas nama cinta.
Beth dan Rick memiliki latar belakang dan pribadi yang berbeda. Kesamaan di antara mereka hanyalah sama-sama menyimpan rahasia kelam yang membebani langkah mereka saat ini. Kedua manusia yang tak pernah cocok untuk bersama dalam kondisi apa pun. Lalu pada satu persimpangan, jalan mereka bertemu.
Dan garis hidup berkata lain.
_________
Beth nggak pernah menolak a.k.a nggak bisa nolak permintaan Jared. Kelihatan sih kalau Beth suka sama Jared. Tapi, Jared malah ngejar-ngejar si gadis penari. Beth sering dibuat menangis oleh Jared, apalagi ketika ia bilang bahwa ia berkencan dengan Gwen yang kurasa punya sifat manja dan egois. Namun, tidak sepenuhnya hal yang di-iya-in Beth membawa hal buruk untuknya. Malah membawanya bertemu dengan seseorang yang menyadarkannya bahwa ia terlalu bucin pada Jared.
Beth menerima tawaran Jared untuk menggantikannya bekerja di salah satu perusahaan media fashion di Sydney. Ia bertemu dengan orang baru, rekan baru, sekaligus keluarga baru―bila Beth betah. Tapi, awal kerja aja Beth sudah dapat intimidasi dari Rick. Masalah Rick itu dia nggak suka sama orang Indonesia. Kira-kira kenapa ya? Hmmm, sialnya lagi Isla malah menyuruh mereka berdua berkolaborasi untuk membuat acara untuk peringatan ulang tahun perusahaan itu.
Awalnya nggak berjalan mulus, tapi karena sudah sering tatap muka dan satu ruangan, ehem sepertinya Beth udah mulai bodo amat sama Jared. Enggak ding, Beth sebenernya sakit hati sama Jared. Beth dan Rick pun sering bareng, bahkan cerita-cerita. Dan ternyata mereka berdua saling melengkapi.
Yah, kalau disuruh pilih Jared-Beth atau Rick-Beth, aku setuju deh sama pilihan Shei, kakaknya Beth. Kira-kira, Si kakak satu ini milih siapa ya? Karena Shei ini tipe kakak yang posesif banget sama adiknya. Mengingat Shei dan Beth cuma hidup berdua di Sydney, sedangkan orang tua mereka ada di Indonesia.
“Itu kerjaan Rick. Aku yakin kamu bakal cocok sama dia begitu kalian ketemuan.” –hlm. 24Jared sendiri yang ngomong gitu, jadi bukan salah Beth maupun Rick bila Jared sakit hati melihat kedekatan mereka.
Konflik yang dibangun dalam novel ini yaitu konflik romansa yang kemudian bisa menyembuhkan luka di masa lalu. Jadi, pasangan yang jadi klop karena saling menyembuhkan.
Selain itu, pesan yang disampaikan pun jelas. Bahkan mungkin sudah sering kita temui di novel-novel lainnya. Pilih pilihanmu sendiri, karena itu hidupmu sendiri. Jangan sampai buta oleh cinta. Jangan menilai seseorang hanya dari luarnya. Namun, yang membuat novel ini beda adalah kisahnya.
“Dalam cinta dan peduli, kau akan terluka. Dalam susah dan senang, kau akan terluka. Itu adalah harganya, Rick. Kita akan terluka karena dan oleh orang yang kita kasihi.” –hlm. 183Aku juga mendapat pesan parenting dari orang tua Beth dan Rick. Kasih sayang orang tua sangatlah penting untuk kehidupan anak selanjutnya. Bila dari kecil sudah memberikan memori traumatis, ia akan tumbuh dan berkembang bersama trauma. Dan itu sangat mengganggu, seperti Rick dan Beth.
Aku suka dengan ceritanya, meskipun endingnya bisa ketebak.
Ketika seseorang siap melepaskan dan menyiapkan tempat yang kosong di hatinya, aka nada cinta yang baru, yang tak kalah indah, untuk menggatikannya. –hlm. 241
Hidup tak berhenti ketika kita kehilangan. Kita harus tetap berjalan, sesakit apa pun itu. –hlm. 248
Rated: 3,5/5 ⭐
Baca: 25-29 April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar