Judul: Then I Hate You So
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun: 2012
Tebal: 320 hlm
ISBN: 978-602-98325-6-3
Rate: 3,5/5
Blurb:
Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang.
Semuanya berawal dari bencana tsunamiyang mengguncang Jepang.
Itoyama Luca mengira dia sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses, bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat sebuah perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir pun menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.
Han Naran, model cantik yang wajahnya menghiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam Jepang membuat perasaan itu bangkit kembali dan melah semakin menggebu.
______
Luca sukses dengan proyeknya di kantor. Ia dan rekan-rekan bisnisnya menghadiri acara pesta keberhasilan itu di suatu gedung. Namun, bencana gempa terjadi ketika Luca dan Tana-ken menarik diri dari pesta. Tepatnya saat mereka ada di dalam lift. Bayangin aja deh paniknya kayak gimana, pasti bikin mules sampai kebobolan seperti Luca. Tapi entah mengapa nama Isobe Nana berputar di pikirannya sebelum ia tak sadarkan diri.
Setelah beberapa waktu, Luca mendapatkan tugas dinas ke Korea bersama tim kerjanya. Ia bertemu dengan wanita korea cantik di hotel depan apartemennya. Luca tertarik untuk ngejar dan kenalan dengan wanita yang ternyata bekerja di gedung yang sama dengan tempat kerjanya. Han Naran, seorang model terkenal di Korea. Apakah Luca berhasil mendapatkan hati model itu? Nyatanya beberapa hari kemudian ia dipecat oleh perusahaan karena kasus pembocoran informasi ditmabah lagi Han Naran yang tidak bisa dihubungi.
Kalau jodoh emang nggak kemana. Bagaimana pun rintangannya, suatu saat nanti akan dipertemukan kembali. Setuju?
Dunia entertain Korea terangkat jelas dalam novel ini melalui tokoh Han Naran. Yap, dunia penuh hujatan dan selalu ada yang namanya depresi, hingga perjuangan untuk mendapatkan debutnya. Dan memang tidak mudah dan tidak instan, apalagi masalah masa lalu Han Naran yang kemudian membuatnya membuka jalan dari Jepang ke dunia hiburan Korea.
Dunia bisnis dan hatarakibachi (sifat pekerja keras orang jepang) juga ditunjukkan melalui tokoh Itoyama Luca. Seorang lelaki keren dengan prestasi proyek kerjanya, tentunya masih jomlo. Penjelasan tentang dunia bisnis perusahaan tidak terlalu dijelaskan, karena kalah kuat dengan efek Han Naran. Ya aku rasa ini wajar karena Han Naran adalah tokoh utamanya.
Jepang pernah dilanda gempa dan tsunami besar di tahun 2011 yang mengakibatkan masalah di pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir Fukushima adalah latar waktu yang diambil oleh penulis. Menarik sekali, mengambil kejadian besar di dunia nyata dan diletakkan dalam fiksi. Tentunya ini akan menjadi sebuah jejak bahwa saat itu memang ada gempa dan tsunami besar.
Selain Jepang, Korea dijadikan sebagai latar yang menginterpretasikan dunia hiburan atau entertainment. Korea-Jepang sebenarnya memang dua negara yang terkenal dengan dunia bisnisnya. Perusahaan maupun dunia hiburannya. Penulis mampu menciptakan ide yang unik ini.
Masih tentang Jepang dan Korea, yap, bahasa. Gaya bahasa yang digunakan mengalir, tidak kaku seperti kalimat terjemahan—meski buku ini bukan buku terjemahan. Ya kan biasanya ada tuh novel yang latarnya negara barat namun gaya bahasanya seperti novel barat yang diterjemahkan, padahal aslinya adalah novel karya penulis Indonesia. Tenang, pembaca tidak akan dibuat kaku-kaku waktu baca novel ini, karena bahasanya luwes meski disisipi beberapa kata bahasa Jepang maupun Korea yang malah membuat pembaca belajar bahasa Jepang dan Korea. Bisa dibilang ‘menyelam sambil minum air’.
Alur dibuat maju-mundur, dimana alur mundur untuk menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu, terutama kenangan Han Naran, luka Han Naran yang membawanya menjadi seorang model. Paling ampuh menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu dan cerita dibuat sudut berbeda dari masing-masing tokoh. Jadi, keuntungannya adalah pembaca bisa tahu apa yang ada dipikirannya Han Naran serta Luca. Geregetan.
Konfliknya dekat dengan dunia kita. Kesalahpahaman dalam usaha meraih cita-cita. Dimulai dari konflik dengan keluarga, dengan teman, hingga dendam. Tak hanya itu, kisah romance dan dendam di novel ini begitu kuat. Meski ada sedikit rasa aneh dengan cara balas dendamnya Han Naran. Luca dan Han Naran kan pinter, kenapa pola pikir mereka nggak kritis, ya? Ya, begitulah manusia, sering buta karena cinta.
Hidup memang penuh perjuangan. Cita-cita juga harus diperjuangkan, dan ingat, percayalah dengan jalan yang kamu pilih sekarang. Karena suatu saat nanti kamu akan menemui cita-citamu yang paling tinggi. Berprasangka baik pada orang itu perlu, tapi tetap nggak boleh buta oleh cinta. Dan jangan pelihara dendam.
Untuk kamu yang suka Korea, drama Korea ataupun drama Jepang yang begenre romance untuk baca novel ini. Jangan harap novel ini romantis abis. NO. Romantis tapi ada waktunya. Jadi, nikmatilah kisah lintas negara ini!
Btw, aku suka banget sama cover novel ini <3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar