Judul: Narasi Gurunda
Penulis: Jihan Mawaddah
Penerbit: Wadah Baca Masyarakat Sanggar Caraka
Tahun: 2019
Tebal: 158 halaman
Blurb:
“Aku titipkan beberapa hal kepada anak-anak. Pertama, Masjid kecil di salah satu sudut kota yang menjadi rumah kedua bagi kami. Kedua, keederhanaan yang harus selalu dijaga, karena kemewahan selalu membawa kita pada kelalaian. Ketiga, lanjutkan perjuangan Ayah untuk selalu mengabdi pada Agama dan Bangsa ini. Dan terakhir, cita-cita Ayah saat tua adalah mengurus pondok, mengajar ngaji anak-anak, dan makan bersama mereka.”
Bagaimana seorang lelaki memulai hidupnya dari titik nadir, mengatasi segala getirnya kehidupan dengan senjata orang mukmin. Ia mengajarkan bagaimana arti tawakkal. Mengawali dengan usaha, membarenginya dengan doa, dan bersabar dengan hasilnya. Sebuah perjalanan dan catatan hidup seorang Guru, udir, sekaligus Ayah kami menuju tampuk keberhasilan dunia dan akhirat.
_____
Bukan sekadar novel, buku ini adalah novelisasi biografi dari KH. Ahmad Taufiq Kusuma, seorang tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tidak diragukan lagi kiprahnya di Kota Malang. Layaknya sebuah novel, biodata serta kisah beliau diceritakan secara mengalir, penuh tualang, dan pembelajaran. Perjalanan hidup mulai dari beliau masih kecil, beranjak dewasa, menyusun mimpi-mimpi, perjuangan asmara, hingga menjadi seorang pemimpin rumah tangga.
Biasanya, ketika membaca sebuah biografi, kita akan disuguhi dengan daftar hal-hal yang disampaikan dan terlihat kaku saat membacanya, sehingga sering terasa membosankan. Berbeda dengan buku ini yang disuguhkan dengan narasi cerita sehingga tidak membuat pembaca terlalu sepaneng, membaca informasi menjadi menyenangkan dan tidak membosankan karena rasanya seperti membaca sebuah kisah romansa. Lebih mirip seperti mendengarkan seseorang sedang bercerita tentang seseorang. Ya, seperti itu lebih tepatnya.
Biografi yang biasanya membuat kita mengetahui sesuatu, namun melalui buku ini, pembaca malah diajak untuk belajar sesuatu. Melalui perjalanan kisah hidup Pak Taufiq, pembaca atau anak muda bisa belajar mengenai perjuangan keluarga Pak Taufiq masa kecil, lebih mementingkan masa depan daripada kesenangan saat ini yang sementara, pendidikan adalah salah satu hal yang penting, semangat menyebarkan ilmu, terus berdoa dalam setiap usaha, selalu berkhusnudzon terhadap segala masalah, hingga kisah asmara yang memberitahu kita bahwa harta bukanlah segalanya. Selain itu, kita bisa belajar bagaimana cara orang tua Pak Taufiq dan Pak Taufiq sendiri mendidik anak-anaknya.
Sebuah kebanggaan bagi Pak Taufiq memiliki seorang putri sholehah yang menuliskan biografi sang ayah tercinta. Tentunya, hal ini tidak lepas dari hasil didikan beliau. Selain itu, dalam buku ini terdapat pra-kata atau testimoni dari tokoh masyarakat serta putra-putri hingga mantu Pak Taufiq.
Buku ini sangat menarik dan penuh pelajaran. Sebuah rekomendasi bacaan yang ringan namun penuh pelajaran. Sebuah biografi yang penuh cerita hidup menarik.
Jangan sampai menyakiti hati orang tua jika ingin hidup kita bahagia di dunia akhirat. –hlm. 96
Sesuai dengan janji Allah bahwa siapa yang mengurusi agama Allah maka Allah akan mengurus dirinya dan keluarganya. –hlm. 147
Karena manusia bisa berkhianat. Namun Allah tidak. –hlm. 154
Rated: 3,5/5 ⭐
Baca 26-28 Januari 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar