Kamis, 04 Juni 2020

Ulasan Buku: Caramellove Recipe

Suka nonton Master Chef? Itu tuh program TV yang masak-masak itu lhoo. Yang junior nonton juga ga? Salah satu program TV favoritku nih!

Ternyata kompetisi memasak Master Chef menginspirasi Kak Lia Nurida untuk menulis cerita Caramellove Recipe. Berlatarkan sekolah menengah atas, penulis mengemas kompetisi memasak ini dengan unik. Tentunya bukan kompetisi masaknya yang penting. Tapi aku bisa melihat chemistry persahabatan dan cinta ala anak SMA. Begitu pula dengan ambisi dan cita-cita mereka.

Sebelum aku ulas lebih lanjut, yuk kenalan dulu sama bukunya. Karena tak kenal maka tak penasaran.

Pict: iPusnas

Judul : Caramellove Recipe
Penulis : Lia Nurida (ig: @lianurida)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2018
Tebal : 240 hlm
ISBN : 9786020379452
bisa dibaca via iPusnas (ig: @ipusnas.id)
_____________
Blurb:
Gawat!

Satria kena tifus. Cowok itu pingsan tepat di akhir babak penyisihan awal Teen Cooking Competition. Padahal tiga hari lagi, Karmel dan Satria harus mengikuti babak dua puluh besar. Mau tidak mau sesorang harus menggantikan posisi Satria. Miss Anne mengusulkan satu nama.

Sadam. Cowok tajir belagu anak pemilik restoran Luigi's itu yang dipilih Miss Anne. Cowok yang mati-matian Karmel hindari sejak tragedi daun bawang pada awal masuk SMA Putra Bangsa. Cowok menyebalkan yang sialnya adalah seseorang yang Karmel taksir sejak SMP!

Meski berat, Karmel tak punya pilihan lain. Ia harus tetap berjuang di Teen Cooking Competition bersama Sadam yang arogan. Di sisi lain Karmel juga harus memikirkan persahabatannya dengan Satria yang mulai merenggang. Nggak mungkin kan Satria cemburu karena Karmel dan Sadam yang mulai dekat?
___________

Pict by: @s.nur.afifah

Novel ini bercerita tentang Karmel yang sedang mengikuti Teen Cook Competition bersama dengan partner masaknya, Satria. Tapi, ketika mereka berlomba untuk merebut 20 besar, tiba-tiba Satria mimisan. Untung saja mimisanya setelah mereka selesai masak. Dan, Satria divonis sakit dan tidak bisa melanjutkan lomba. Dan tentunya sayang banget kalau tim Karmel harus mundur dari kompetisi ini hanya karena sang partner jatuh sakit. Guru mereka pun mengusulkan pengganti Satria. Dia adalah Sadam. Asal-usul Sadam dan Karmel ini dulunya antara suka dan benci. Dan saat ini mereka dijadikan satu tim. Ada aroma-aroma terbakar di rumah sakit. Satria cemburu dong. Perasaan cemburu yang mana nih? Lambat laun, Chemistry antara Karmel dan Sadam dalam memasak oke. Tapi mereka berdua berantem-berantem. Kira-kira mereka juara tidak ya? Terus-terus yang tadi kebakaran, apa kabar?

Baca "Caramellove Recipe" membuatku teringat dengan program TV Master Chef. Aura-aura ketegangannya berasa nonton kompetisi Master Chef. Bedanya mereka ini mewakili sekolah. Keren nggak, sih? Remaja-remaja yang mengisi harinya dengan hal yang positif dan berprestasi.

Blurbnya bikin aku ngakak, ya kali mimisan waktu lomba. Tapi pas baca novelnya kisah remaja yang peduli dengan cita-cita mereka. Dibumbui dengan kisah asmara yang manis-manis tomat, membuat pipiku jadi ikut kayak tomat. Apalagi waktu si Sadam mau ngajak Karmel ke suatu tempat malem-malem. Laki banget nih anak minta ijin ke bapaknya Karmel.

Penulis jago banget mengeluarkan emosi dari masing-masing tokoh. Aku jadi bisa ngerasain emosi Karmel, Sadam, dan Satria. Gimana rasanya sakit hati, gimana rasanya dikekang oleh orang tua, gimana rasanya diambekin sama sahabat, rasanya cemburu, dan rasanya kesengsem sama cowo gentlemen kayak Sadam.

Selain kisah asmara, cerita ini juga menyinggung cita-cita serta keluarga. Ada salah satu tokoh yang cita-citanya ditentang oleh orang tuanya. Siapa kira-kira?

Mereka itu masih SMA, tapi udah bisa masak. Lah aku? Udah gedhe gini bisanya cuma masak Indo*ie aja. 😂

Untuk ending ada beberapa masalah yang belum terselesaikan. Tapi, karena ceritanya fokusnya ke kisah asmara dan misi mereka di lomba Teen Cook Competition 2017, jadi penyelesaian masalah yang lain hanya diberi clue dan pembaca disuruh menyimpulkan sendiri. Gak bikin kecewa kok!

Bagian yang aku suka itu ketika Sadam—ehem—sama Karmel. Chemistry mereka berdua itu lhooo bikin aku iri. Pengen yang kayak Sadam.

Bacaan yang cocok banget dibaca remaja. Dewasa juga cocok lah ya, kayak aku ini. Biar bisa mengenang masa remaja, masa-masa sekolah. Rekomended dan worth to read. Ringan pula bacaannya. Bisa dibaca sekali duduk.

Baca novel ini bikin perut lapar. Isinya makanan. Jadi pengen bikin yang kayak di novel. Apalagi untuk ilustrasi tiap ganti bab-nya lucu. Judul-judul babnya juga lucu. Ada apetizer, main course, dan desert. Pokoknya makanan banget.

Overall is okay. Berdasarkan kaca mata pribadi, novel ini aku kasih 3,5 🌟


📖 7 Mei
#OneWeekOneBook
#TantanganMembacaCinta
#GankRatjunBacaGakBacaAsalBareng
#GocengChallenge
#OWOBJatim_day09
#OWOBJatimmenulisramadhan2019
#TantanganMei2019
#TantanganMembacaBuku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar