"An Ember in The Ashes" ini contohnya.
Judul: An Ember in The Ashes
Penulis: Sabaa Tahir
Penerbit: Penerbit Spring (Terjemahan Indonesia)
Tahun: 2016 (Indonesia)
Tebal: 520 hlm
ISBN: 9786027432284
Blurb:
Laia seorang budak. Elias seorang prajurit. Keduanya bukan orang medeka.Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakaknya. Di sana, dia bertemu dengan seorang prajurit elite bernama Elias.
Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Pemuda ini berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, menanggung resiko dicambuk sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.
Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan Imperium, dan bangsa mereka.
______
Bercerita tentang kekuasaan, penindasan, kerajaan, prajurit, raja, persahabatan, asmara, dan keluarga dibalut genre fantasi aksi. Ya, fantasi dengan latar cerita kerajaan dengan berbagai klan dimana ada stratanya. Scholar lah bangsa dengan strata terendah.
Karena pemerintahan yang kejam, dan kisah masa lalu, strata sosial yang merendahkan suatu bangsa, serta perbudakan yang kejam, Bangsa Scholar ada yang memberontak terhadap pemerintahan. Tim pemberontak itu bernama Resistance. Mereka ingin menggulingkan Raja.
Cerita dibuat dengan sudut pandang Laia Si Anak Scholar, dan Elias Sang Prajurit Mask. Laia dengan tujuannya ingin menyelamatkan Darin Sang Kakak yang dipenjara oleh pemerintah dengan cara menjadi budak mata-mata, sedangkan Elias Sang Prajurit yang ingin kabur dan bebas dari Blackcliff (sekolah militer).
Elias dan Laia dipertemukan di Blackcliff dan lama-lama saling memahami peran masing-masing di blackcliff. Mulai dari pertemuan itu, segala hal jadi agak mudah dan agak rumit. Termasuk rasa-rasa yang tumbuh, kebimbangan, hingga membuat persahabatan Elias dan Helene terombang-ambing.
Konfliknya kompleks banget. Saking kompleksnya aku nggak tau konflik utamanya apa. Selama membaca, aku sering menerka-nerka dan kadang terkaanku benar, kadang juga I'm just worried. Tapi, aku menikmati kedekatan Laia-Elias, Elias-Helene, dan Laia-Keenan.
Tokoh yang menarik perhatianku itu Elias dan Keenan. Sama-sama penarik perhatian, kayaknya mereka berdua adalah tokoh yang membawa tunas-tunas romance di novel ini. Elias itu kayak sosok manusiawi real, pengen berontak tapi dia juga mempertimbangkan banyak hal, meski ujung-ujungnya dia jadi bingung sendiri (kayak aku). Keenan itu misterius banget dengan rambut merah khasnya.
Bukan pertama kalinya aku baca fantasi aksi. Novel ini berhasil membuatku pacu jantung. Baca berapa halaman tuh udah dibikin deg-degan. Lemah aku tuh sama action, bikin jatungan. Tapi seru abis. Serunya itu banyak hal tersembunyi dan bikin kita mikir serta penasaran. Keren 👍
Ngeselinnya dimana?
Ngeselinnya di ending woy. Sampe pengen berkata kotor. Sumpah gantung amat endingnya. Beberapa konflik udah terselesaikan, tapi masih banyak yang bikin penasaran. Itu tujuan awal kan bebasin Darin dan Elias harus berhasil kabur dari Blackcliff. Endingnya apa coba? Dan ternyata novel ini emang berseries sampai 4 buku. Ya, intinya harus segera baca buku kedua, sih. (Eh spoiler ga, sih?)
Buat kalian yang suka fantasi dan action, buat yang suka romance juga, coba baca An Ember in The Ashes, deh!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar