Sabtu, 13 Juni 2020

Ulasan Buku: Kala (#2 Undead Series)

Diajak bertualang melintasi waktu bersama Archie dan Bang Ezra


Judul: Kala
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Penerbit Mizan
Tahun: 2016
Tebal: 336 halaman
ISBN: 978-979-433-936-7

Blurb:
Kabar bagusnya, aku ada di Italia. Kabar buruknya, aku akan bertemu para vampir pelopor. Ya. Mereka yang lahir dari meminum darah phoenix dan dikutuk hidup abadi menjadi pengisap darah. Aku belum sempat jalan-jalan di Colloseum, Roma, karena aku harus melompat dari kapal feri, tenggelam ke dalam laut yang anehnya tidak membuatku basah atau kehilangan napas. Di dasarnya, aku memasuki kapal selam yang dipenuhi vampir. Banyak gedung-gedung yang berganti suasana setiap aku melangkah. Lalu kumpulan vampire menunggu mati dan mereka yang bertransaksi dengan manusia memperdagangkan darah.

Ya. Kami sedang bermain dengan waktu. Mereka menciptakan mesin yang mampu membuat siapa pun melompati periode-periode waktu. Pilih saja: masa depan atau masa lalu? Kedengarannya keren. Dan satu-satunya cara untuk membuat itu terjadi … aku harus mati.
_______

Archie, Luna, dan Pino mendapat undangan ke tempat salju abadi berada, Puncak Jaya. Mereka kira akan datang ke tempat krionik jahat. Nyatanya, mereka datang ke Kesekretariat Krionik yang ada di bawah gletser. Ya, bayangkan saja dulu tempatnya. Menurut Archie di tempat itu serba putih, banyak tabung-tabung besar menyangga ruangan. Di saja juga ada tempat untuk melihat bintang-bintang.
Di tempat itu, semuanya kebenaran terungkap. Siapa sebenarnya orang-orang yang selama ini ada di dekatnya. Siapa sebenarnya Heidi, Sam, Anna, Billy, dan Bang Ezra akan terungkap di novel Kala. Tentunya siapa sebenarnya Archie, Archimedes Mandala, dan kenapa ia harus segera mati.

Ya. Archie harus mati. Sesuai dengan ramalan.

“Kenapa kedatanganku menyebabkan ledakan?”“Karena gunung ini bingung. Ada dua phoenix di sini. Ketika gunung bingung, mereka biasanya meledak.”--hal. 187
Sesuai dengan judulnya, kala, novel ini berhubungan dengan waktu. Bersama Bang Ezra dengan kemampuannya berpindah waktu, ya Bang Ezra bukan manusia, Archie melintasi waktu menuju masa lalu. Sebenarnya, Ia dan bang Ezra kabur dari peristiwa meledaknya alam karena ada dua kekuatan phoenix di tempat itu menggunakan kemampuan berpindah waktu.

Perjalanannya menuju masa lalu membuatnya mengetahui berbagai kebenaran lainnya. Siapakah Luna, siapakah semua tokoh yang terlibat dalam novel ini. Mereka berdua pergi ke tahun dimana Arfika bertemu dengan istri dan Luna. Mereka juga pergi ke Italia dan setelah mendapat berbagai petunjuk dari beberapa orang yang ternyata petunjuk itu membawanya ke kapal bawah laut. Sihir Krionik bekerja sangat indah di sana.
“Vampir pertama tercipta,” desisnya, “dari darah phoenix.”—hal. 241
Segala hal tentang asal mula vampir juga terungkap di kapal itu. Archie bertemu dengan IlDivo yang terdiri dari Il-Falle, Il-Pianto, Il-Misero. Mereka adalah vampir pertama di muka bumi. Archie mendapat misi baru dari mereka dan mengharuskan ia pergi lagi menggunakan perpindahan waktu. Hingga kemudian Archie bertemu dengan Sang Waktu. Perbincangannya dengan Sang Waktu terdapat berbagai kebenaran tentang dunia serta Archie mendapatkan keteguhan mengapa ia harus mati.

Jadi, banyak sekali cerita mitologi dalam novel ini yang diakulturasi dengan budaya modern seperti mesin waktu dan penggunaan teknologi modern. Saking banyaknya nama dewa dan nama-nama tokoh yang unik, membuatku agak kebingungan.
“Ini adalah cerita yang menjadi sangat membingungkan karena sejarahnya diputar-putar terlalu banyak. …”—hal. 287
Hampir setengah dari buku membuatku ingin berhenti membacanya, karena agak membosankan. Tapi menjadi lebih menarik ketika sampai di pertengahan, ketika Archie harus terjun ke laut dan bertemu dengan IlDivo.

Perkembangan karakter Archie begitu terlihat. Awalnya dia anak yang cool, tapi tiba-tiba dia jadi anak yang kepo alias banyak tanya. Saking keingintahuannya besar, aku sampai bingung, Archie lagi ngomong apa sih? Semakin ke belakanng, Archie juga makin kocag. Terutama saat ia mengubah nama masing-masing Ildivo. Ada Il-Cengeng, Il-Botak, dan Il-Jahat.

Bila dibandingkan dengan novel pertamanya, Air Mata Bulan, kurasa lebih menarik jalan cerita di novel pertama. Tetapi, karena penasaran kelanjutannya, Akhirnya mau nggak mau juga harus baca buku keduanya.

Endingnya?
Archie melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Karena sejatinya dia bukan siapa-siapa.
“Seseorang yang memiliki kemampuan besar untuk mencintai orang lain memiliki kempuan untuk dicintai orang lain juga.” –hal. 304

Baca: 23-28 Maret 2020
Rated: 3/5 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar