Judul : Hectic, Hectic, Hat Trick!
Penulis : Sashi Kirana
Penerbit : Elexmedia Komputindo
Tahun : 2019
Tebal : 210 hlm
ISBN : 978-623-00-1093-4
Rating saya: 3,8/5⭐
Blurb:
Safiya sedang dibuat bingung—blog pribadinya dibekukan oleh pihak sekolah. Tulisannya dianggap kontroversial dan dapat menjatuhkan nama baik Bina Cendekia yang termasuk salah satu sekolah unggulan. Jika Safiya tetap nekat menulis di blognya, ia mungkin dikeluarkan dari sekolah. Beruntung seseorang kakak kelas bernama Irgi datang menawarkan bantuan untuk berunding dengan kepala sekolah.
Tidak hanya itu, seorang teman sekolah bernama Varo terus-menerus mencoba mengajaknya bicara. Teman-temannya bilang Varo menyukainya, tetapi menurut Safiya hal itu mengganggu. Ia meminta bantuan Gavin, temannya sedari kecil.
Apakah Safiya berhasil memperjuangkan blognya dengan bantuan Irgi? Dan apakah Gavin berhasil membantunya mengatasi Varo… atau malah membuat semuanya lebih runyam?
______
Safiya, siswi yang suka menulis. Menulis apa saja terutama pemikirannya dan kritiknya terhadap sistem di sekolahnya yang kemudian ia unggah ke blog miliknya. Namun, semenjak ada yang melaporkan tulisannya itu, blognya pun dibekukan oleh Kepala Sekolah. Aset Safiya yang membuatnya terus menulis dibekukan oleh kepala sekolah.
Tentu saja, Safiya tidak tinggal diam. Ia berusaha untuk membuat blognya kembali aktif. Dibantu oleh Irgi, kakak kelas, ia berusaha dengan keras untuk mendapatkan kembali tempat mempublikasikan tulisan-tulisannya itu. Hebatnya Safiya masih sempat menulis draft di tengah-tengah konflik ini.
Layaknya kehidupan remaja biasanya, romansa membuat cerita ini lebih manis. Dengan sifat Safiya yang lurus, tegas, hmm pokoknya bukan tipenya banyak cowok-cowok, tapi anehnya ada dua cowok yang memperebutkannya. Yuk kenalan dulu sama dua cowok yang lucu abis ini.
Varo, teman SMP-nya dahulu yang kini menjadi teman SMA-nya Safiya. Pernah—sekarang pun masih—mengejar-ngejar Safiya. Tipe cowok yang suka kegiatan fisik seperti olahraga. Tubuh yang kini ia dapatkan adalah bonus dari kegiatannya bermain basket.
Gavin, teman masa kecilnya Safiya. Nggak nyangka sih Safiya punya teman cowok yang lumayan deket kayak Gavin. Berawal dari direcoki keluarganya, berakhir pada perasaan suka ke Safiya. Berbeda dari Varo, Gavin lebih suka kegiatan fotografi. Bisa dibayangin deh bedanya Varo sama Gavin. Gavin aja sampai dibuat minder sama Varo. Tapi, Gavin kadang menang banyak sih.
“…. Gue kadang bingung, loh. Lo tuh, sukanya sama Safiya, tapi kayaknnya lebih sering berinteraksi sama Gavin. …”—hlm. 109Varo dan Gavin, memiliki interaksi lucu yang bikin gemes. Sikap mereka yang kadang kekanakan saat menghadapi konflik romansa, serta kedewasaan mereka yang bikin pembaca merasa adem merasakan emosi mereka.
Kalau disuruh milih Gavin atau Varo, aku pilih Varo. Dia tipe cowok yang ramah, banyak teman, dan suka olahraga. Tapi siapakah yang berhasil memiliki hati Safiya?
Bagaimana kabar blog Safiya, ya? Siapa yang melaporkan tulisan Safiya ke kepala sekolah, ya?
“Berarti, tebakan gue bener ya,” gumam Varo.Ini pertama kalinya aku baca novel karya Sashi Kirana. Perkenalan yang ringan dan mengundang gelak tawa karena tingkah Varo. Kagum sama karakter Safiya yang berani mengemukakan pendapat dan berpikir kritis yang kemudian ia jadikan tulisan. Aku dibuat jatuh cinta dengan tulisan Safiya, mengalir dan penuh emosi. Mewakili hati setiap siswa yang merasa gerah dengan peraturan sekolah dan kegiatan lainnya. Kayaknya aku harus kursus menulis ke Safiya, deh.
Gavin menganggukkan kepala. “Iya, bener banget.”—hlm. 52
Aku setuju dengan saran yang diberikan oleh Irgi mengenai aturan sebuah tulisan kritik supaya tidak menyinggung dan merugikan orang lain. Sosial media berbahaya bagi mereka yang mengunggah sesuatu tanpa berpikir panjang tentang akibat yang ditimbulkannya. Sebuah pesan untuk kita semua agar berhati-hati bermain dengan sosial media. Mengkritik boleh, asalkan dengan bahasa yang baik.
“…. Hidup lo udah cukup ribet, nggak perlu ditambahin pakai pacar-pacaran.”—hlm. 67Ada banyak tokoh figuran dalam novel ini. Kalau diingat-ingat bakal bikin pusing akan nama-namanya dan ini teman siapa serta yang mana. Namun, jangan ambil pusing, bisa diakali dengan menghapal 4 nama di atas ditambah dengan Sean dan Bimo.
Sudut pandang yang digunakan adalah salah satu yang membuat novel ini jadi menarik. Sudut pandang orang ketiga membuat pembaca tahu apa yang terjadi dengan Varo dan Gavin tanpa sepengetahuan Safiya. Ataupun interaksi Safiya dan Irgi yang tidak diketahui oleh Varo dan Gavin.
Bahasa yang digunakan ringan, nggak ada kata yang sulit, lo-gue digunakan untuk bahasa percakapan ala anak remaja Jakarta banget. Judul tiap babnya juga unik. Namun, akan agak merasa bosan ketika para tokoh bertemu dengan sahabat atau teman-temannya dan yang dibahas muter di itu-itu saja.
Novel ini cocok banget untuk remaja yang lagi dimabok cinta, lagi berebut orang yang disuka, dan blogger pemula yang nyari inspirasi konten buat ngisi blog.
Overall, aku menikmati cerita ini. Apalagi Varo yang bikin tawa ini pecah. Covernya cantik, judulnya unik dan “Hat Trick! Safiya mendapatkan tiga kesuksesannya!”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar