Sabtu, 13 Juni 2020

Ulasan Buku: The Life-Changing Magic of Tidying Up (Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Orang Jepang)

Baru baca setengahnya pasti langsung pengen coba beres-beres.


Judul: The Life-Changing Magic of Tidying Up
Penulis: Marie Kondo
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun: 2016
Tebal: xviii + 206 halaman
ISBN: 978-602-291-244-6


Apakah kamu orang yang suka bersih-bersih tapi setelah bersih-bersih balik lagi berantakan? Apakah kamu orang yang suka nimbun barang? Atau kamu orang yang males bersih-bersih?

Apa saja tipe kamu, wajib coba cara berbenah KonMari. Melalui buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up” yang ditulis oleh Marie Kondo, kalian akan dituntun perlahan memahami apa itu seni berbenah. Yang kemudian seni berbenah ala Marie Kondo disebut seni berbenah KonMari.

Dalam buku ini, ada 5 bagian penjelasan yang kemudian dibagi kembali ke penjelasan-penjelasan secara rinci. Namun, bagiku ada tiga bagian besar yang dijelaskan oleh Marie Kondo dalam buku ini.

Pertama, kita akan disuguhi pengantar mengapa kita sering berantakan dan sudah bersih-bersih, namun kemudian berantakan lagi. Kemudian diberi arahan mengapa kita harus berbenah. Salah satu penyebab kita sulit menjadikan ruangan rapi selamanya adalah dari barang-barang yang kita miliki: terlalu banyak.

Bagian kedua, kita akan disuguhi cara bagaimana cara berbenah yang baik ala KonMari serta cara menyimpan barang dengan baik agar mudah mengambill atau mengembalikannya. Berbenah mulai dari kategori baju hingga terakhir barang-barang aksesori serta kenangan. Banyak sekali pesan dari Marie Kondo dalam berbenah yang tentunya bermanfaat bagi kita. Terutama untuk yang tinggal di daerah 4 musim yang jenis bajunya banyak banget. Cara menyimpan juga ada seninya.

Bagian ketiga, adalah bagian penjelasan mengenai efek dari berbenah. Ada banyak cerita mengenai client-client dari Marie Kondo bahwa setelah melakukan beres-beres, hidup mereka terasa ringan dan efeknya sangat positif bagi karir mereka.
Hampir sama dengan salah satu buku yang sudah pernah saya baca, “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay yang mengusung metode STREAMLINE dan berbenah pelan-pelan, dari ruangan ke ruangan. Namun, dalam metode KonMari, kita malah dituntut untuk berbenah sekaligus dan mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan kategorinya, misalnya baju, buku, perlengkapan mandi, dan lain-lain. Karena bila kita beberes tidak sekaligus, maka kita tidak akan berhenti beres-beres berminggu-minggu dan akan melelahkan.

Membaca buku ini akan membuat kita―pembaca, ingin segera mencoba untuk berbenah atau beres-beres. Apalagi terjemahannya asik. Tetapi, aku sarankan untuk membaca habis buku ini terlebih dahulu, setelah itu kamu boleh menerapkannya.

Selamat berbenah!

Baca: 22 - 29 Maret 2020
Rated: 4,5/5 ⭐

Tidak ada komentar:

Posting Komentar