Jumat, 12 Juni 2020

Ulasan Buku: Kalau Jihat Gak Usah Jahat

Sebuah buku yang bisa membantumu menjalani hari agar tidak sia-sia

Judul: Kalau Jihad Gak Usah Jahat
Penulis: Rovi'i
Penerbit: Yayasan Islam Cinta Indonesia
Tahun: 2018
Tebal: xxiv + 158 hlm
ISBN: 9786025301421
Rate: 4,5 ⭐

Blurb:
Istilah Al-quran untuk menunjukkan perjuangan memang menggunakan kata "jihad". Namun sayangnya, makna jihad seringkali disalahpahami bahkan dijadikan "simbol" kekerasan, kekejaman, dan terorisme. Jihad dalam Islam tidak identik dengan hal-hal keji tersebut. Melalui buku ini, kita bersiap untuk jihad berdasarkan teladan Rasulullah melalui sikap damainya, yang tidak membalas keburukan dengan keburukan. Namun dengan cinta kasih.

“Jihad merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam, namun paling sering mengalami salah tafsir dan salah faham. Seringkali disalahgunakan untuk tujuan kekerasan dan terorisme. Padahal pada hakikatnya, jihad adalah ajaran mulia. Saatnya kita kembalikan makna jihad pada maknanya yang hakikiuntuk tujuan kemuliaan Islam, perdamaian dan kemanusiaansebagaimana dituntun oleh Nabi Muhammad SAW. Buku ini telah berupaya memberikan penjelasan ke arah tersebut. Layak untuk dibaca oleh khalayak, terutama generasi muda.” –Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif MAARIF Institute

______
Sebelum aku ulas lebih jauh, apa sih jihad itu?

Kata Jihad ada beragam: Jihad, Mujahadah, dan Ijtihad. Jihad adalah sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuaru yang diridhoi oleh Allah SWT. Mujahadah adalah mengerahkan kekuatan untuk melawan musuh-musuh yang sifatnya halus dalam hal ini yang dimaksud adalah hawa nafsu. Ijtihad adalah usaha untuk menemukan solusi atas permasalahan agama serta persoalan-persoalan yang sukar.

Di awal buku, kita akan disuguhi sebuah cerita tentang jihad yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, di dalamnya pun terdapat kisah-kisah Nabi-nabi lain dan sahabat Nabi. Tentunya dihubungkan dengan proses jihad.

Dalam buku ini dibahas tentang Jihad kecil, jihad ringan, pintu-pintu jihad, jihad mempertahankan hak orang lain, jihad ilmu, jihad harta, jihad ekonomi, jihad waktu, jihad dengan ide kreatif, jihad di lingkungan keluarga, jihad digital dan tabayun informasi, jihad lingkungan, dan jihad damai.

Setelah aku baca buku ini, aku jadi mengerti bentuk-bentuk jihad yang ringan, dekat dengan kehidupan kita semua, hingga yang berat. Hayo, tahu kan jihad yang paling berat, apa tuh? Mujahadah, jihad melawan hawa nafsu. Jihad itu banyak bentuknya, banyak cara untuk melakukan jihad yang tentunya tidak dengan cara menyakiti orang lain, karena Allah dan Islam tidak menyukai kekerasan atau perilaku menyakiti makhluk lain. Bahkan, bermediasosialpun dibahas di sini. Dan beberapa kegiatan sosial dan alam yang kita lakukan juga merupakan jihad.

Dengan menghadirkan hadits dan potongan arti ayat Al-quran, menjadikan buku ini tidak diragukan lagi kebenaran yang disampaikan. Menggunakan bahasa yang tidak rumit, mudah dimengerti dengan hanya sekali baca, dan pembagian poinnya juga rapi nggak bikin bingung ataupun pusing. Judul dan isi sangat singkron. Bahasannya ringan gitu, tapi ngena dan kita tuh jadi ngerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Beda jauh sama perkiraan awalku yang buku ini bakal bikin pusing katena bahasannya terlalu berat, NO, ternyata mudah dimengerti. Apalagi buat kalian-kalian yang ingin belajar berubah sedikit demi sedikit.
Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” HR. Muslim –hlm. 125

Terlepas dari isi, aku suka sekali dengan design dan kertas yang digunakan. Covernya menarik perhatian. Kertasnya tebal, lebih tebal dari kertas yang digunakan novel-novel biasanya. Jadi nggak gampang terlipat ataupun lungset (lupa bahasa Indonesianya). Isinya warna-warni, menarik dan istagramable deh. Font yang gunakan juga bermacam-macam, jadi terlihat tidak membosankan. Ukuran bukunya nggak jauh beda dari novel-novel dengan ukuran kecil.
No one has ever become poor by giving.-Anne Frank –hlm 76

Aku rekomendasikan buku ini untuk kalian yang tidak suka non-fiksi namun ingin coba baca non-fiksi, buat yang ingin belajar agama terutama para remaja.

Yup, mencari Ilmu dan mengamalkannya adalah salah satu bentuk jihad. Jadi nggak ada salahnya baca buku ini sekaligus mengamalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar