Judul: Hate List
Penulis: Jennifer Brown
Penerbit: Penerbit Spring (terjemahan)
Tahun: 2017
Tebal: 368 hlm
ISBN: 9786026682017
Blurb:
Lima bulan yang lalu, pacar Valerie yang bernama Nick melakukan penembakan di kafetaria sekolah. Pemuda itu menembaki orang-orang yang namanya ada di dalam Daftar Kebencian yang Valerie buat.
Sebuah daftar berisi nama-nama orang yang dia dan Nick benci.
Sekarang, setelah liburan musim panas usai, Val dipaksa untuk menghadapi rasa bersalahnya ketika dia harus kembali ke sekolah untuk menjalani tahun terakhirnya di SMA. Dihantui oleh rasa sayangnya pada Nick dan Daftar Kebencian yang dia buat, bisakah Val melanjutkan hidupnya ditengah penghakiman teman-teman sekelas dan sahabat-sahabatnya?
_________
Nick, Pacar Valerie, melakukan penembakan dengan target orang-orang yang dibenci oleh Valerie. Valerie tidak bermaksud serius tentang orang-orang di daftar kebenciannya. Namun, siapa kira bila Nick menganggapnya serius.
Bukan, kita tidak sedang membicarakan Nick dan Valerie tentang penyebab kejadian 2 Mei 2008. Namun, kita akan melihat perubahan besar psikologi Valerie. Kekuatan Valerie menghadapi trauma.
Berawal dari kejadian 2 Mei 2008. Penembakan itu. Tentu saja, bagi Valerie hal itu pasti ada hubungannya dengan dirinya, meski dia bukan penarik pelatuknya. Karena orang-orang yang tertembak ada dalam daftar kebenciannya. Psikologi Valerie down dan dia menyalahkan diri sendiri serta Nick.
Dokter Hieler membantu Valerie bangkit. Memberi kekuatan padanya untuk menjalani hari yang ada. Termasuk menghadapi sekolahnya. Tempat peristiwa itu terjadi. Sekolah sudah berubah setelah kejadian itu, terpaksa Valerie juga harus mengikuti perubahan tersebut. Jessica yang dulu adalah musuhnya, kini jadi temannya. Tentu saja itu tidak mudah bagi Valerie.
Kejadian itu pula membuat keluarganya bertambah hancur. Ibunya selalu khawatir dan overprotective padanya. Sang Ayah, justru malah menyalahkan sang Ibu. Frankie, adiknya, kebahagiaannya tak pernah datang karena semua orang terlalu mengkhawatirkannya, terlalu perhatian padanya.
Valerie, memiliki pola pikir yang orang indonesia bilang 'menyalahkan diri sendiri', 'pesismis', dan negative thinking terhadap sesuatu. Ya mungkin itu karena traumanya.
Berkat Dokter Hieler dan setitik positif thinkingnya sendiri, dia bangkit. Dia ingin menjadi Valerie yang baru, yang bergairah pada masa depannya. Dia ingin peristiwa itu tidak menjadi mimpi buruk semua orang. Ia ingin menjadikan peristiwa itu sebagai pengingat untuk saling memaafkan dan menjaga 'silaturahmi'. Ia pun menghadapi kenyataan yang ada di depan.
Cerita ini cerita yang dark, mendekati realita bila hal ini benar-benar terjadi.
Lagi dan lagi. Peran orang tua sangat besar bagi perkembangan psikologi anak-anaknya. Baik Valerie maupun Nick, hidup di bawah rumah tangga yang tidak harmonis, dan dikelilingi oleh orang-orang yang menurutnya mengganggu. Mereka anak-anak yang kurang perhatian orang tua. Tapi, mereka juga bisa jadi lebih tangguh dengan hal itu.
Aku greget dengan orang tua Valerie. Sikap mereka terhadap Valerie, seolah dia lah penyebab masalah mereka selama ini. Frankie juga nggak jauh beda sama orang tuanya.
Novel ini membawa makna mendalam untuk kita untuk tetap menjaga pikiran positif dan memaafkan. Mengajari kita bagaimana menjadi orang tua. Mengingatkan kita untuk terus percaya diri.
Novel ini adalah terjemahan, ada kekhawatiran khusus bagi pembaca ketika tahu novel ini adalah novel terjemahan. Jangan khawatir, terjemahannya enak, kalian nggak akan ngira kalau ini novel terjemahan.
Sudut pandang orang ketiga yang berfokus pada Valerie sangat membantu pembaca untuk mengenal Valerie, untuk tahu perkembangan psikologi Valerie. Alurnya maju-mundur karena menjelaskan atau menceritakan peristiwa sebelum dan saat penembakan itu terjadi. Isi novelnya dibagi menjadi 4 bagian yang berisi beberapa bab di tiap bagian.
Ada sesuatu dari novel ini yang membuatku penasaran. Yap, kehidupan Nick yang sebenarnya dan penyebab penembakan yang sebenarnya.
Bagi yang penasaran, nggak ada lagi alasan buat nggak baca novel ini. Khususnya buat kalian yang suka novel berbau psikologi.
Rated: 4,5 / 5 ⭐
Baca: 16 Juni - 4 Juli 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar