Menaruh kepercayaan kepada orang itu sulit. Apalagi untuk mempercayai seseorang untuk menjaga privasi cerita orang. Sudah pasti bocor.
Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka bercerita tentang kesedihan. Takut disalahartikan, takut menyebar alias bocor, dan takut membebani orang yang kujadikan tempat cerita. Kan orang juga punya masalah sendiri.
Apa yang aku lakukan ketika sedih?
Jika aku sedih aku akan lebih suka menyendiri. Meredakan emosiku secara mandiri terlebih dahulu. Bisa jadi aku akan menangis, aku akan diam atau merem sambil bicara sama diri sendiri sampai ketiduran.
Jika sedihku tidak terlalu berat, aku akan melarikan diri atau mengalihkan emosiku kepada buku. Yap, baca buku adalah salah satu pelarianku kalau sedih. Ketemu sama crush-crush dunia halu membuat rasa sedih hilang. Apalagi baca buku fantasi atau romance yang banyak karakter unik dan hampir sempurna.
Jika aku sedih dan ingin meluapkannya, biasanya aku akan menyendiri, menangis di pojokan kamar tidur atau kamar mandi. Selesainya aku pasang headset, mendengarkan musik dengan volume hampir 90%. Tentu saja yang kuputar adalah lagu-lagu sedih atau yang slow-slow. Setelah tenang, aku akan mengubahnya menjadi lagu yang gembira, semangat, memberi motivasi bahwa kesedihan memang harus diluapkan tapi kemudian kita harus bangkit lagi.
Sedih itu normal. Sedih itu emosi. Emosi itu kodrat.
Tetapi, terkadang juga rasa sedih itu butuh diungkapkan kepada orang lain, agar orang lain dapat mengerti apa yang orang lain rasa. Agar tidak terjadi perpecahan, kesalahpahaman, dan konflik.
Untuk meluapkan rasa sedih, setiap orang punya cara yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah rasa sedihmu tersampaikan dengan baik sehingga tidak terkubur, tidak menumpuk yang nantinya akan membuat kesehatanmu terganggu. Selama menjadi diam tidak mengganggu dan kamu bisa mengatasi sedihmu, it’s okay.
Karena sedih adalah emosi yang bisa dimiliki oleh semua orang, aku nggak bisa bilang “Jangan sedih-sedih, ya!”, maka untuk kali ini aku akan bilang “Jangan larut-larut sedihnya, yang cukup-cukup saja!”
Gengs, kalau sedih kalian paling sering ngapain?
.png)
Sendiri untuk menenangkan hari ya kak..
BalasHapusSemangat ka
BalasHapussemangat, kak, keep going
BalasHapus