Selasa, 02 Januari 2024

Pekerjaan yang Membuatku Abadi: Guru & Penulis

Bekerja adalah bentuk kita bermanfaat bagi manusia lain, selain keinginan kita untuk mendapatkan uang agar tetap bertahan hidup. Ada pekerjaan yang mudah, ada pula pekerjaan yang tidak mudah. Ada yang bekerja sesuai kemampuan, ada yang bekerja sesuai hobi, tidak sedikit pula yang bekerja tanpa pengetahuan apapun sebelumnya. Namun semua itu ada plus minus masing-masing. 

Yup, Gengs. Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk bekerja sesuai dengan pekerjaan impian. Pekerjaan yang baik, sesuai dengan jam kerja, sesuai dengan yang kita mau, bergaji cukup tentunya. Ah, realistis saja!

Pekerjaan impianku adalah Guru dan Penulis. Pekerjaan sekaligus cita-cita yang kuinginkan sejak aku kecil. Mengapa? 

Menjadi guru berarti digugu dan ditiru. Yang kumaksud di sini adalah menyalurkan kembali ilmu yang aku punya, ilmu yang aku dapat kepada anak-anak maupun orang-orang. Ya, supaya ilmu dan pengetahuan yang kupunya ini bermanfaat dan dapat membantu kehidupan bangsa. You know what I mean :)

Menjadi penulis adalah cita-citaku setelah aku mulai rajin membaca buku cerita di perpustakaan sekolah. Selain ingin namaku bisa dikenal banyak orang, aku ingin menyampaikan ilmu dan pesan melalui cerita atau tulisan.

Aku tahu pekerjaan menjadi guru dan penulis tidak memberiku gaji yang banyak serta dipandang sebelah mata. Setidaknya melalui guru dan penulis, namaku, ilmu dan pengetahuan yang telah kuberikan abadi di dunia. 

Gengs tahu kan pepatah “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”?

Oleh karena itu, meskipun aku nantinya sudah tidak di dunia, tetapi aku ingin namaku dan ilmu yang aku tuliskan atau ajarkan dapat menjadi manfaat di dunia. Menjadi amal jariyah.

Pada kenyataanya menjadi guru itu tidak mudah, tidak seperti buruh yang cukup mengerahkan seluruh pikiran dan tenaganya di tempat kerja, saat jam pulang bisa bebas melakukan lainnya. Sedangkan guru, selepas jam kerja, masih banyak yang harus ia persiapkan untuk pembelajaran esok, bahkan untuk administrasi lainnya. 

Apakah ada waktu bagi guru untuk menulis? 

Menjadi penulis juga tidak mudah. Mewujudkan ide gagasan menjadi sebuah tulisan cerita berpesan, dengan konflik yang dikemas menarik sedemikian rupa sehingga bisa dibaca dan diambil amanatnya dengan baik oleh pembaca. Tidak hanya itu, ketikan pun harus bebas dari segala kesalahan ketik. Jika tidak, mana ada yang mau menerima tulisan tanpa kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Susah benar. Proses dari ide menjadi sebuah cerita yang siap dipasarkan sangatlah membutuhkan waktu yang lama.

Lantas, adakah waktu bagi penulis untuk menjadi seorang guru?

Bisakah seorang guru sekaligus menyandang gelar penulis? 

BISA! Tentu saja bisa. Banyak kok contohnya, seperti Ki Hajar Dewantara dan masih banyak lainnya.

Agar dapat dikenang abadi melalui ilmu, pekerjaan impianku adalah mengajar dan menulis. 

Kalau begitu, pekerjaan impianmu apa, Gengs? 

5 komentar:

  1. Cita cita yg hebat, kak. kalau pekerjaan impianku apa ya? yg penting tidak menjadi beban orang lain :)

    BalasHapus
  2. Aku pikir menjadi guru itu bisa bikin awet muda ga sih, ketemu sama anak2 diusia yg sama tiap tahunnya

    BalasHapus
  3. so niceeeee pekerjaan impiannya, kak. tetap semangat.

    BalasHapus
  4. Cita-cita yang mulia dan hebat. Yuk semangat yuk bisa yuk jadi penulis yuks

    BalasHapus
  5. Pengen juga seperti kakak, nama kita dikenang dan buku kita dapat dibaca pada berbagai jaman

    BalasHapus